Jumat, 15 Agustus 2014

Perjuangan




     Akhirnya aku harus kembali merantau demi masa depan dan cita-cita yang diimpikan sejak dulu. Pengorbanan memang harus selalu ada ketika kita sedang berada dalam jalan perjuangan. Berpisah dengan orang tua, keluarga, sanak saudara, kampung halaman, dan segala kenangan yang ada di sana. Namun, harus kusadarai bahwa semua ini merupakan sebuah proses perjuangan dalam menggapai suatu harapan. Ketika manusia memiliki harapan, impian, dan cita-cita memang perlu sebuah perjuangan dan pengorbanan yang besar agar hasilnya juga sangat memuaskan.
      Perjalanan ini begitu panjang dan penuh liku. Perlu tenaga dan energi yang besar untuk tetap bertahan dan terus berlanjut hingga ke penghujung jalan. Seorang pemenang memang harus ekstra berjuang demi meraih apa yang menjadi tujuan awal ia melaju.

Senin, 12 Mei 2014

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen memberikan Jalan menemukan Passionku



Passions. Setiap orang pasti memiliki passion, apa itu passion? Passion adalah gairah, keinginan, hasrat. Passion akan menentukan jalan hidup sesorang kelak. Cita-cita seseorang sangat dipengaruhi oleh passionnya. Setiap orang pasti memiliki dorongan yang paling kuat tentang apa yang akan dilakukan kelak ketika ia berada di masa depan. Dorongan itulah yang disebut sebagai embrio dari sebuah passion. Hal ini tidak semata-mata tanpa pengaruh atau faktor apapun, namun lingkungan di mana seseorang itu tinggal dan hidup dalam kesehariannya akan berpengaruh kepada hal tersebut. Faktor pertama yang sangat memengaruhi yaitu lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh seseorang ketika pertama lahir ke dunia ini. Dorongan yang akan dirasakan seseorang ketika berada di lingkungan keluarga biasanya bersumber dari kedua orang tua. Misalnya Ayah orang tersebut seorang dokter yang pandai dan mampu menyembuhkan orang yang sakit, lalu seseorang itu terinspirasi untuk menjadi seorang dokter juga. Faktor kedua yaitu lingkungan sekitar. Lingkungan ini sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang, inspirasi sebuah passion juga akan terbentuk di lingkungan ini. Faktor ketiga yaitu lingkungan sekolah. Kita hidup 30% ada di sekolah, bahkan ada yang 50% di sekolahan sepanjang harinya. Di sekolah terdapat berbagai macam karakter yang dapat menjadi inspirasi, karakter panutan tentunya adalah seorang guru. Lalu terakhir, ada juga passion yang terbentuk karena hasil pengamatan seseorang terhadap idolanya. Biasanya mereka terinspirasi dari media tertentu, misalnya televisi, internet, majalah, dll.

Jumat, 28 Maret 2014

Pernikahan

               
Bagiku, pernikahan adalah saling menggenapkan, saling menguatkan, saling melengkapi, saling bersabar, saling memapah, saling melengkapi, saling bertaut, saling menggenggam. Pernikahan akan menggenapakan kebahagiaan, menguatkan kekuatan, melengkapi kekurangan, bersabar akan kelimpahan, memapah dalam menggapai asa, merengkuh dalam dingin dan hangat, bertaut dalam doa, dan menggenggam bersama menuju surga.

Minggu, 02 Februari 2014

Lingkaran yang Bertabur Bintang



Pesembahan untuk kakak asistenku yang tercinta,
Kak Nurul Fatwa
Kedua orang tuaku,
Bapak Dayat dan Ibu Neneng Anengsih
Adik ku, De Itang Rahmat Hidayat dan
Nuri Septrianti
Sahabat-sahabat terkasihku…
dan semua Muslimah Cantik
yang merindu dan dirindukan surga…





Lingkaran yang Bertabur Bintang
            Persaudaraan. Suatu kata yang mampu menyatukan hati beberapa insan di dunia. Tanpa adanya persaudaraan, dunia ini pastilah kacau balau tanpa aturan. Tidak ada rasa cinta, kasih sayang, saling peduli, dan semisalnya. Di dalam Islam pun ada istilah yang sama dengan persaudaraan, yaitu Ukhuwah Islamiyah.

Selasa, 28 Januari 2014

RESTU IBU ADALAH RESTU ALLAH


            Putih dan lembut adalah simbol dari seorang Ibu. Selama sembilan bulan ia mengandung bayi dengan penuh kelelahan. Namun, ia tak pernah sedikitpun mengucapkan keluh-kesahnya itu melalui bibir manisnya. Ia selalu ikhlas dan penuh pengharapan untuk menyambut calon bayinya itu lahir ke dunia ini.
Ah, Ibu. Kau memang pahlawan bagiku. Engkau tiada duanya, Bu.
            ***