Bagiku,
pernikahan adalah saling menggenapkan, saling menguatkan, saling melengkapi,
saling bersabar, saling memapah, saling melengkapi, saling bertaut, saling
menggenggam. Pernikahan akan menggenapakan kebahagiaan, menguatkan kekuatan,
melengkapi kekurangan, bersabar akan kelimpahan, memapah dalam menggapai asa,
merengkuh dalam dingin dan hangat, bertaut dalam doa, dan menggenggam bersama
menuju surga.
Pernikahan adalah kumpulan dari titik-titik kebahagiaan.
Bagaikan aliran sungai yang bermelodi sama menuju satu muara yang pasti.
Pernikahan tidak hanya menggabungkan hati dua insan, melainkan juga saling
mencelupkan warna keluarga besar masing-masing.
Berbicara tentang pernikahan adalah sesuatu yang seharusnya
bebas dari kesedihan karena dengannyalah dien ini akan tergenapkan dengan
setengahnya lagi adalah takwa. Pun jika noktah-noktah baru biru di suatu pagi
yang sejuk, itu adalah bulir-bulir cinta dan harapan dari mereka yang mendoakan
kita. Biarkan isak para Ibu, Ayah, Saudara, Kerabat, Sahabat, dan Tetangga
menjadi alunan indah penggetar dijabahnya doa untuk kedua pengantin. Biarlah
menangis... terdesak... hingga lumerlah rasa takut itu, rasa bimbang itu, rasa
tertinggal itu, dan rasa-rasa lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar