Jarak kehamilan pertama dan kedua hanya 18 bulan. Selamat datang dikehamilan yang penuh dengan cerita. Tidak hanya cerita suka, melainkan segala rasa yang dilewati selama kehamilan yang kedua ini. Walau tidak sebanyak drama kehamilan yang pertama, kehamilan yang kedua juga memiliki drama tersendiri. Yuk, mari simak cerita selengkapnya.
Kehamilan kedua merupakan kehamilan yang tidak direncanakan. Namun, ketika mendapatkan garis dua bahwa aku hamil lagi, rasanya itu bahagia sekali. Bersyukur bahwa akan bertambah lagi anggota keluarga di rumah ini yang akan meramaikan suasana. Walau pada faktanya aku masih memiliki batita, bahkan saat hamilpun aku harus menjalankan proses Nursing While Pregnant (NWP) selama beberapa bulan. Itu semua aku lakukan demi memenuhi hak dan kasih sayang untuk anak pertamaku. Alhamdulillah, proses NWP dilalui dengan lancar dan si kakak bisa diberikan ASI selama dua tahun bahkan lebih satu bulan.
Apakah hamil kedua sedrama hamil pertama? Aku rasa tidak separah yang pertama. Aku masih bisa makan nasi, masih bisa beraktivitas bersama si kakak. ya, walaupun, aku sungguh begitu malas masuk dapur saat trimester 1. Selama itu kami sekelurga selalu beli masakan yang sudah jadi. Untungnya suami mengerti dan tidak protes. Ya, bagaimana mau protes, nanti istrinya nangis-nangis. kiww.
Pada saat kandungan usia 5 bulan, aku mesti dirawat inap karena suspect terinfeksi DBD. Posisi saat itu aku sedang pulang kampung dan ingin menginap beberapa malam di sana. Namun, yang terjadi malah menginap di klinik selama tiga malam. Saat itu ada momen paling menyedihkan dan merepotkan keluarga. Alhamdulillah janin masih aman dan sehat. Setelah keluar dari klinik, aku tidak diperbolehkan pulang dulu ke Bogor karena rumah akan direnovasi dulu. MasyaAllah. Jadinya, aku dan si kakak menginap di kampung hampir tiga minggu.
Benar. Tidak banyak drama, tapi sekalinya drama membuat khawatir semua orang. Bulan April merupakan saat-saat menjelang HPL. Kehamilan yang kedua ini waktunya tidak secepat yang pertama, namun lahirannya tetap tidak melewati HPL.Pada tanggal 28 April 2019 dini hari, perut terasa tidak nyaman. Karena pernah melawati masa-masa ini, aku paham bahwa ini tanda akan segera mendekati persalinan. Setelah solat Subuh, perut mulai sesak. Agar saat tiba di rumah sakit nanti sudah bukaan banyak, maka aku berjalan-jalan kecil di sekitaran rumah. Pukul sembilan, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit. Saat sampai di sana, bukaan baru sampai 5.
Kontraksi hamil anak laki-laki dan perempuan ternyata bisa dibedakan rasanya. Mulasnya tidak terlalu rapat seperti janin laki-laki. Perempuan lebih santai prosesnya. Kali ini, suami ikut mendampingi proses persalinan agar ia tahu bagaimana seorang istri berjuang hidup dan mati untuk mengtarkan keturunannyalahir ke dunia fana ini. Pukul 14.05 WIB, lahirlah putri tersayang, anak perempuan yang dinantikan ayahnya yaitu Eraya Jasmine Qonita dengan keadaan sehat. Alhamdulillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar