Kamis, 03 September 2015

Kupetik Bintang di Langit


              Mimpi adalah sesuatu hal yang gratis. Setiap manusia berhak memiliki mimpi sebanyak mungkin. Dilarang? Tidak ! Tidak ada larangan bagi siapapun untuk memiliki segudang mimpi. Karena mimpi dapat menjadi dorongan dalam diri untuk terus berupaya dan berusaha keras agar mencapai apa yang diinginkan.
           Pernah terpikirkan dalam benak, apakah seorang anak dari kampung yang terpencil dapat menjadi seorang yang sukses? Dapat menjadi seorang jutawan atau milyarder? Atau hanya sekedar keluar kota untuk merajut mimpi dan asa demi keluarga? Ah, pikiran itu memang selalu mengganggu langkah ini.
            “Bu, bolehkah aku melanjutkan untuk kuliah di luar kota?” perlahan suara itu keluar dari bibir seorang anak dari keluarga yang tidak memiliki apa-apa. Pertanyaan itu bukan untuk membuat seorang Ibu merasa sedih. Bukan. Namun, pertanyaan itu hanya ingin membuat si anak memiliki kepastian dan restu dari Ibunya sendiri.

Ada apa dengan Ilmu Keluarga dan Konsumen?

    Ilmu keluarga dan kosumen. Siapa yang sudah mengenal departemen ilmu keluarga dan konsumen? apa itu? Salah satu departemen yang ada di Institut Pertanian Bogor dan satu-satunya departemen/jurusan yang ada di Indonesia. Lalu, apa kontribusi departemen ini untuk Indonesia?
Departemen ini berfokus pada tiga bidang yaitu perkembangan anak, ilmu keluarga dan ilmu konsumen. sejauh mana kontribusi departemen ini untuk lingkungan dan masyarakat?

Jumat, 30 Januari 2015

Tahun 90-an: Pandangan Lurus bagi Generasi Bangsa



          Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat serta rumah dan sekolah pertama bagi anak. Pendidikan didapatkan oleh anak pertama kali yaitu dari keluarga terutama oleh Ibu. Anak terlahir bagaikan selembar kertas putih, tergantung orang tua, keadaan keluarga, dan lingkungan sekitar keluarga yang akan mengisinya dengan tinta warna apa. Keluarga yang baik akan menciptakan generasi yang baik pula.