Passions.
Setiap orang pasti memiliki passion, apa itu passion? Passion adalah gairah,
keinginan, hasrat. Passion akan menentukan jalan hidup sesorang kelak. Cita-cita
seseorang sangat dipengaruhi oleh passionnya. Setiap orang pasti memiliki
dorongan yang paling kuat tentang apa yang akan dilakukan kelak ketika ia
berada di masa depan. Dorongan itulah yang disebut sebagai embrio dari sebuah
passion. Hal ini tidak semata-mata tanpa pengaruh atau faktor apapun, namun
lingkungan di mana seseorang itu tinggal dan hidup dalam kesehariannya akan
berpengaruh kepada hal tersebut. Faktor pertama yang sangat memengaruhi yaitu
lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang
dikenal oleh seseorang ketika pertama lahir ke dunia ini. Dorongan yang akan
dirasakan seseorang ketika berada di lingkungan keluarga biasanya bersumber
dari kedua orang tua. Misalnya Ayah orang tersebut seorang dokter yang pandai
dan mampu menyembuhkan orang yang sakit, lalu seseorang itu terinspirasi untuk
menjadi seorang dokter juga. Faktor kedua yaitu lingkungan sekitar. Lingkungan
ini sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang, inspirasi sebuah
passion juga akan terbentuk di lingkungan ini. Faktor ketiga yaitu lingkungan
sekolah. Kita hidup 30% ada di sekolah, bahkan ada yang 50% di sekolahan
sepanjang harinya. Di sekolah terdapat berbagai macam karakter yang dapat
menjadi inspirasi, karakter panutan tentunya adalah seorang guru. Lalu
terakhir, ada juga passion yang terbentuk karena hasil pengamatan seseorang
terhadap idolanya. Biasanya mereka terinspirasi dari media tertentu, misalnya
televisi, internet, majalah, dll.
Setiap orang terkadang tidak mengetahui dengan
passion yang dimilki dalam dirinya. Seperti halnya dengan saya, ketika memasuki
jurusan yang dipilih di Institut Pertanian Bogor, masih terjadi kebimbangan
yang cukup besar. Karena pada saat itu saya tidak tahu apa yang harus dilakukan
ketika memasuki departemen di semester 3 nanti. Padahal awalnya saya ingin
menjadi seorang guru. Saat dulu masih memakai seragam putih abu-abu, keinginan
untuk menjadi seorang guru itu adalah cita-cita yang paling didamba-dambakan.
Namun suatu ketika orang tua tidak mengijinkan untuk berkuliah di kota Bandung,
akhirnya mencoba untuk mengambil jalan lain yaitu di Bogor. Hasilnya sangat memuaskan, saya
diterima di jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) walaupun jurusan ini
menjadi pilihan kedua. Setelah empat semester belajar di jurusan ini, ternyata
passion itu telah tertemukan, yang pada awalnya tidak tahu apa makna adanya jurusan
ini. Karena Jurusan IKK merupakan
jurusan satu-satunya di Indonesia, jurusan ini mengangkat tiga program studi
yaitu ilmu keluarga, perkembangan anak, dan ilmu keluarga dan ilmu konsumen.
Departemen
Ilmu Keluarga dan Konsumen memberikan banyak ilmu tentang kehidupan manusia
berawal dari dalam kandungan hingga lansia. Tahapan terbentuknya keluarga yang
berawal dari sebuah pernikahan juga menjadi topik pembahasan yang paling banyak
disukai oleh para mahasiswa. Kehidupan ekonomi keluarga dan apapun itu yang
menyangkut dengan aktivitas manusia sebagai seorang konsumen.
Ilmu
yang dipelajari di departemen ini memang memiliki keunikan tersendiri, sehingga
banyak mahasiswa dari luar IKK mengikuti beberapa mata kuliah yang disediakan
sebagai minor maupun SC (Supporting Course) karena beralasan
bahwa mereka juga akan memiliki sebuah keluarga walaupun saat ini mereka sedang
menempuh pendidikan di fakultas kehutanan misalnya. Saya merasakan kenyamanan
dan kecocokan berada di jurusan ini sehingga perasaan senang itu sering timbul
ketika duduk di bangku mendengarkan dosen yang sedang menjelasakan materi.
Saya
menyukai kepribadian anak-anak dan juga memiliki hobi menulis sebuah cerita. Passion
saya adalah menulis dan konsultan. Maka saya memiliki cita-cita menjadi seorang
penulis yang mengangkat tentang kehidupaan anak-anak, keluarga, dan juga
konsumen. Ilmu yang telah dipelajari beberapa tahun ini akan ada baiknya jika
diceritakan kepada semua orang sehingga mereka mengetahui apa yang tidak
diketahuinya selama ini mengenai kehidupan keluarga dan konsumen. Konsultan
anak dan keluarga pun manjadi target cita-cita untuk kehidupan yang akan
datang.
Orang
yang sudah menemukan passionnya akan sulit untuk lepas dari itu. Dia pasti akan
terus mengejar passion itu dalam hidupnya dan berteman dengan orang yang
memiliki passion yang sama karena seseorang pasti merasa nyaman dan nyambung
ketika bergaul dengan mereka. Passion tidak dapat ditentukan oleh siapapun
termasuk orang tua. Sebagai anak kita bebas memilih jalan hidup kita sesuai
passion yang dimiliki asalkan itu hal positif. Selain itu kita juga harus bertanggung
jawab atas jalan hidup yang telah dipilih berdasarkan passion kita. Tanggung
jawab itu tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang tua kita.
Jelaskan passion yang dimiliki. Orang tua yang bijak pasti akan mengerti dan
mendukung anaknya.
Mengenai
passion ini, Rene Suhardono sudah mebahas lebih lengkap dalam bukunya yang
berjudul “Your Job is Not Your Carrer”.
Pada dasarnya, ada satu ide yang dikupas dalam buku tersebut, yaitu perbedaan
antara “job” dan “career”. “Job” adalah mengenai “pekerjaan” yang diberikan perusahaan kepada
karyawan. Job itu milik perusahaan.
Sedangkan “career” adalah mengenai
diri kamu. Karir itu milik kamu. Career
is all about you. Tentang perjalanan kamu mencapai apa yang diinginkan
dalam hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar