Senin, 12 Mei 2014

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen memberikan Jalan menemukan Passionku



Passions. Setiap orang pasti memiliki passion, apa itu passion? Passion adalah gairah, keinginan, hasrat. Passion akan menentukan jalan hidup sesorang kelak. Cita-cita seseorang sangat dipengaruhi oleh passionnya. Setiap orang pasti memiliki dorongan yang paling kuat tentang apa yang akan dilakukan kelak ketika ia berada di masa depan. Dorongan itulah yang disebut sebagai embrio dari sebuah passion. Hal ini tidak semata-mata tanpa pengaruh atau faktor apapun, namun lingkungan di mana seseorang itu tinggal dan hidup dalam kesehariannya akan berpengaruh kepada hal tersebut. Faktor pertama yang sangat memengaruhi yaitu lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh seseorang ketika pertama lahir ke dunia ini. Dorongan yang akan dirasakan seseorang ketika berada di lingkungan keluarga biasanya bersumber dari kedua orang tua. Misalnya Ayah orang tersebut seorang dokter yang pandai dan mampu menyembuhkan orang yang sakit, lalu seseorang itu terinspirasi untuk menjadi seorang dokter juga. Faktor kedua yaitu lingkungan sekitar. Lingkungan ini sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang, inspirasi sebuah passion juga akan terbentuk di lingkungan ini. Faktor ketiga yaitu lingkungan sekolah. Kita hidup 30% ada di sekolah, bahkan ada yang 50% di sekolahan sepanjang harinya. Di sekolah terdapat berbagai macam karakter yang dapat menjadi inspirasi, karakter panutan tentunya adalah seorang guru. Lalu terakhir, ada juga passion yang terbentuk karena hasil pengamatan seseorang terhadap idolanya. Biasanya mereka terinspirasi dari media tertentu, misalnya televisi, internet, majalah, dll.
 Setiap orang terkadang tidak mengetahui dengan passion yang dimilki dalam dirinya. Seperti halnya dengan saya, ketika memasuki jurusan yang dipilih di Institut Pertanian Bogor, masih terjadi kebimbangan yang cukup besar. Karena pada saat itu saya tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika memasuki departemen di semester 3 nanti. Padahal awalnya saya ingin menjadi seorang guru. Saat dulu masih memakai seragam putih abu-abu, keinginan untuk menjadi seorang guru itu adalah cita-cita yang paling didamba-dambakan. Namun suatu ketika orang tua tidak mengijinkan untuk berkuliah di kota Bandung, akhirnya mencoba untuk mengambil jalan lain yaitu  di Bogor. Hasilnya sangat memuaskan, saya diterima di jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) walaupun jurusan ini menjadi pilihan kedua. Setelah empat semester belajar di jurusan ini, ternyata passion itu telah tertemukan, yang pada awalnya tidak tahu apa makna adanya jurusan ini. Karena  Jurusan IKK merupakan jurusan satu-satunya di Indonesia, jurusan ini mengangkat tiga program studi yaitu ilmu keluarga, perkembangan anak, dan ilmu keluarga dan ilmu konsumen.
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen memberikan banyak ilmu tentang kehidupan manusia berawal dari dalam kandungan hingga lansia. Tahapan terbentuknya keluarga yang berawal dari sebuah pernikahan juga menjadi topik pembahasan yang paling banyak disukai oleh para mahasiswa. Kehidupan ekonomi keluarga dan apapun itu yang menyangkut dengan aktivitas manusia sebagai seorang konsumen.
Ilmu yang dipelajari di departemen ini memang memiliki keunikan tersendiri, sehingga banyak mahasiswa dari luar IKK mengikuti beberapa mata kuliah yang disediakan sebagai minor maupun SC (Supporting Course) karena beralasan bahwa mereka juga akan memiliki sebuah keluarga walaupun saat ini mereka sedang menempuh pendidikan di fakultas kehutanan misalnya. Saya merasakan kenyamanan dan kecocokan berada di jurusan ini sehingga perasaan senang itu sering timbul ketika duduk di bangku mendengarkan dosen yang sedang menjelasakan materi.
Saya menyukai kepribadian anak-anak dan juga memiliki hobi menulis sebuah cerita. Passion saya adalah menulis dan konsultan. Maka saya memiliki cita-cita menjadi seorang penulis yang mengangkat tentang kehidupaan anak-anak, keluarga, dan juga konsumen. Ilmu yang telah dipelajari beberapa tahun ini akan ada baiknya jika diceritakan kepada semua orang sehingga mereka mengetahui apa yang tidak diketahuinya selama ini mengenai kehidupan keluarga dan konsumen. Konsultan anak dan keluarga pun manjadi target cita-cita untuk kehidupan yang akan datang.
Orang yang sudah menemukan passionnya akan sulit untuk lepas dari itu. Dia pasti akan terus mengejar passion itu dalam hidupnya dan berteman dengan orang yang memiliki passion yang sama karena seseorang pasti merasa nyaman dan nyambung ketika bergaul dengan mereka. Passion tidak dapat ditentukan oleh siapapun termasuk orang tua. Sebagai anak kita bebas memilih jalan hidup kita sesuai passion yang dimiliki asalkan itu hal positif. Selain itu kita juga harus bertanggung jawab atas jalan hidup yang telah dipilih berdasarkan passion kita. Tanggung jawab itu tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang tua kita. Jelaskan passion yang dimiliki. Orang tua yang bijak pasti akan mengerti dan mendukung anaknya.
Mengenai passion ini, Rene Suhardono sudah mebahas lebih lengkap dalam bukunya yang berjudul “Your Job is Not Your Carrer”. Pada dasarnya, ada satu ide yang dikupas dalam buku tersebut, yaitu perbedaan antara “job” dan “career”. “Job” adalah mengenai “pekerjaan” yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Job itu milik perusahaan. Sedangkan “career” adalah mengenai diri kamu. Karir itu milik kamu. Career is all about you. Tentang perjalanan kamu mencapai apa yang diinginkan dalam hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar