Sabtu, 30 Januari 2021

Memahami Sibling Rivalry pada Anak

Pemicu dan Cara Atasi Sibling Rivalry agar Tak Berlanjut Sampai Dewasa]

 Sumber : https://www.google.com/siblingrivalry

 

A. Apa itu Sibling Rivalry

         Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Beragam karakter dan juga budaya yang tumbuh di dalamnya. Hal tersebutlah yang membuat suatu keluarga menjadi unik. Tidak hanya itu, jumlah anggota keluarga pun berbeda-beda setiap rumah. Sehingga, sering timbul permasalahan yang muncul dari keluarga itu sendiri. Banyak orang yang telah memiliki cara untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada. Namun, terkadang menyisakan luka untuk anggota lainnya di masa mendatang. Salah satu hal yang kerap kali terjadi dalam keluarga adalah persaingan antar saudara (Sibling Rivalry). 

         Sibling rivalry itu sendiri adalah suatu kecemburuan, persaingan, pertengkaran antara saudara dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Hal ini terjadi pada orang tua yang memiliki anak lebih dari satu orang. Apalagi jika jarak usia antar saudara kandung lebih dekat. Biasanya sikap ini timbul mana kala sang kakak takut akan kehilangan perhatian orang tua karena telah memiliki anggota baru, maka anak terbesar akan selalu ingin dinomor satukan dalam hal apapun. Banyak kasus yang terjadi di luaran sana hingga berujung ke pembunuan akibat dari persaingan dengan saudara. Teringat kembali kasus yang terjadi di Medan pada Maret 2018 lalu. Ada balita yang berusia empat tahun telah membunuh adiknya yang masih bayi dikarenakan cemburu, terlebih sering ditakut-takuti oleh orang lain bahwa jika telah memiliki seorang adik maka kakak tidak akan dicintai lagi oleh orang tuanya. Sungguh memilukan hati. 

         Ciri khas yang muncul pada sibling rivalry, yaitu egosentris, suka bertengkar, hiperaktif, suka merusak, dan sering menuntut perhatian lebih banyak pada orang tua. Pada kasus seperti ini, orang tua harus menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi pada anaknya. Maka, diharapkan dapat memberikan perhatian dan pengertian yang lebih kepada sang anak. Apalagi bisa lebih parah jika orang tua memperlihatkan ketidakadilan di depan mereka. Memihak salah satu diantara mereka, justru akan semakin membuat keadaan menjadi lebih buruk. 

        Selain ciri khas, ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulkan sibling rivalry pada anak. Bisa timbul karena faktor internal dan juga faktor eksternal. Faktor internal, bisa dikarenakan sikapnya yang tempramen, anak yang sering mencari perhatian orang tua, perbedaan jenis kelamin atau usia, bahkan ambisi mereka untuk mengalahkan anak yang lainnya. Sedangkan, faktor eksternal, bisa disebabkan karena orang tua yang salah dalam mendidik anak, sering membanding-bandingkan, dan adanya anak emas di dalam keluarga. 

        Sebenarnya masih banyak faktor lain yang bisa menyebabkan timbulnya sibling rivalry. Namun, secara umum lebih sering terjadi karena dua faktor di atas. Maka, jika dalam keluarga sedang menanti kehadiran anak baru, jangan lupa memberi pengertian terlebih dahulu pada anak dan buatlah ia siap secara mental agar sibling rivalry dalam keluarga tidak timbul secara berat. Tidak dapat dipungkiri lagi, sadar maupun tidak yang namanya sibling rivalry pastilah ada. Namun, kadarnya itu yang membedakan. Agar tidak nampak begitu besar, orang tua harus memiliki persiapan yang matang dalam menghadapi situasi seperti ini. Jangan sampai memihak salah satu dan malah semakin menyakiti pihak yang lainnya. 

 

B. Persaingan Itu Selalu Ada 

         Kalau berbicara tentang persaingan, tidak hanya anak kecil saja yang mengalami. Orang dewasa juga sering mengalaminya, bahkan mungkin lebih parah kadarnya dari anak-anak karena cara pengendaliannya yang berbeda. Sederhananya seperti ini, anak-anak pasti akan selalu ingin didahulukan tetapi kemampuan orang tua tidak sama. Misalnya, anak-anak ingin makan, pasti satu per satu antre mengambil yang lebih dulu. Terkadang ada tragedi rebutan dan ada yang menangis salah satu diantara mereka. 

        Sikap ini sudah pasti memberikan dampak pada tingkah laku anak. Anak akan lebih sering mencari perhatian orang tua agar lebih dipedulikan lagi. Maka, orang tua harus pandai dan bijak dalam mengatasi hal tersebut agar persaingan di antara mereka dapat diredam dan diminimalisir sebaik mungkin. Soalnya jika sibling rivalry ini terlalu kuat, akan menimbulkan dampak yang tidak baik dalam hubungan persaudaraan mereka. Bahkan mungkin bisa berlanjut hingga dewasa. Hal seperti ini sangat berbahaya jika didiamkan dan tidak diatasi sejak dini. 

         Ada anak-anak yang merasa orang tua pilih kasih karena anak A lebih pintar, penurut dan lebih cemerlang dibanding anak lainnya. Nah, hal ini yang dapat memercik api persaingan di antara mereka. Akibatnya, anak B menjadi lebih tak acuh, sering mencari perhatian dengan perilaku negatif, bahkan mungkin akan lebih banyak di luar rumah bersama teman-temannya. Ia akan merasa terkucilkan dalam keluarganya dan merasa tidak dihargai kehadirannya. Ia cemburu dengan perlakuan orang tuanya terhadap masing-masing anak. 

        Bisakah sibling rivalry tidak terjadi dalam keluarga? Bisa. Asalkan sikap orang tua yang dapat meminimalisir kecemburan pada anak. Biasanya faktor paling dominan terjadinya sibling rivalry itu adalah sikap orang tua. Sikap yang lebih cenderung kepada salah satu anak. Anak pertama yang biasanya mengalami kecemburuan lebih tinggi dibanding dengan anak yang paling terakhir. Ditambah lagi apabila jarak usia mereka saling berdekatan. 

 

 

 (Bersambung)

 Saya tidak tulis semuanya karena ini tulisan sudah dimuat dalam buku antologi. Jika ingin tahu lebih dalam, bisa pesan lewat e-mail saya ya. Terima kasih. 

 

 

sumber : 

Choiriyah, Tarwiyatul. 2015. Strategi Pengasuhan Orang Tua mengatsi Perilaku Sibling Rivarly Anak Usia 4-6 Tahun. Semarang: Universitas Negeri Semarang. 

Putri, Ayu Citra Triana. 2013. Dampak Sibling Rivarly Pada Anak Usia Dini. Semarang: Universitas Negeri Semarang. 

Hartinah, Dewi. Indanah. 2017. Sibling Rivarly Pada Anak Usia Toodler. Kudus: Stikes Muhammadiyah Kudus.

2 komentar:

  1. Wah baru tahu aku mom 😂 mksih bnyak ya infonya 🙏😍

    BalasHapus
  2. Informatif banget sih bun, aku jadi bisa wanti-wanti nih next buat kakanya ...

    BalasHapus