Kamis, 03 Oktober 2013

Shalat Dhuha

Kenapa shalat Dhuha?
Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan ketika matahari terbit sampai menjelang masuk waktu Dzuhur. Shalat ini lebih bagus dilakukan pada pukul sembilan pagi, saat udara masih segar dan matahari sedang berada di posisi yang indah. Bahkan, menurut penelitian, sinar matahari pada waktu tersebut dapat menyehatkan badan. Dengan menunaikan shalat Dhuha, kesehatan akan komplet: sehat badan, jiwa, dan hati. Insya Allah.

Shalat Dhuha itu semacam menu makanan bagi perasaan dan batin kita. Jadi, bukan hanya tubuh atau fisik kita yang memerlukan makanan, karena harus ada keseimbangan antara pemenuhan yang bersifat fisik, psikis, dan metafisik dalam diri. Tanpa adanya keseimbangan, akan terjadi kepincangan kekuatan dalam diri. Alhasil, ketika ada masalah, kita tidak mampu menyelesaikannya. Misalkan, setiap hari kita asah otak hingga setajam silet. Tubuh kita diurus dengan cara melakukan fitness dan mengonsumsi makanan bergizi. Namun, perasaan kita tumpul dan tidak mampu berbuat banyak ketika menghadapi masalah. Kalau begitu, kita tak ubahnya seperangkat komputer.

Shalat Dhuha adalah pengukuh dan media untuk mengingat-Nya. Jadi, kalau kita ingin memenangkan kehidupan, dengan dibukanya pintu rezeky, kerjakan shalat Dhuha secra konsisten. Insya Allah, selurih gerak hidup kita akan berubah menjadi rezeki.

Didalam shalat Dhuha terkandung mesin penggugah dan pendorong semangat untuk mengubah dunia. Mengisinya dengan kreativitas yang membangun, tidak menghancurkan, dan senantiasa memenuhinya dengan tindakan-tindakan yang positif. Itulah mengapa shalat Dhuha menjadi ibadah favorit umat Muslim dan Allah menjanjikan mereka untuk memasuki pintu surga bernama al-dhuha. Tentu saja pintu syurga ini hanya dapat dimasuki oleh orang-orang yang teguh menunaikan shalat Dhuha.

Oleh karena itu, kita tidak boleh terjebak pada rutinitas hidup yang kering dari nilai-nilai positif. Kita harus mempraktikan nilai-nilai kemuliaan ajaran Islam hingga orang-orang disekitar memperoleh rasa bahagia tatkala berhadapan dengan kita. Itulah orang yang oleh Rasulullah SAW. dijanjikan akan diberikan kebahagiaan oleh Tuhan di akhirat kelak. Kalau masih ragu akan kebenaran berita (khabar) ini, mari kita baca Hadits berikut, "Barang siapa membahagiakan seorang mukmin, ia telah membahagiakan aku (Nabi Muhammad SAW). Barang siapa telah membahagiakan aku, ia telah mebahagiakan Allah." Dan ketika ditanya tentang amalan yang paling utama, beliau bersabda, "Engkau memberikan rasa bahagia kepada setiap orang, melepaskan kesulitannya, dan menunaikan utang piutangnya."

Maka dari itu, mari kita berdoa sambil merenungi keadaan diri. Mulaialah gumamkan kata-kata yang dapat membangkitkan keyakinan. Wallahualam bissawab.

Semoga bermanfaat ^^

2 komentar: